Langsung ke konten utama

Ku mau kita seabad.

6 Mei 2018,
Inilah awal dari perjalanan panjang kami.

2 tahun bersama,
Akhirnya ku putuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.



Pertunangan.
Ya, inilah pertama kalinya aku bisa berkomitmen untuk masuk ke tahap serius bersama orang yang aku percaya dia akan menjadi imam yang baik untukku.
Ku terima lamarannya dengan penuh keyakinan hati di depan kedua orang tuaku .

Aditya Kurniawan.
Sosok pria sederhana yang sukses membuatku jatuh hati.
Senyumnya yang selalu tersimpul tulus, dan tutur katanya yang penuh kelembutan membuatku begitu terpukau padanya.
Dia juga guru yang baik, selalu mengajarkanku kebaikan dan tentu menjadikanku semakin lebih baik.

Aku sungguh berterima kasih pada Tuhan.
Dia begitu menjawab doaku dengan cepat.
Dia mempertemukan kami di tempat dan waktu yang sangat tidak disangka-sangka.

Kini...
Kami akan berjanji untuk selalu mendampingi menghadapi segala sesuatunya bersama.
Menemani di kala suka dan duka.
Dan selalu setia hingga maut memisahkan.

Berkahi kami Ya Rabb, untuk selalu menepati janji dan komitmen kami.

XOXO,
Mery

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan Menjadi Kakak

Menjadi yang pertama tidak selamanya menyenangkan. Mungkin di banyak kondisi, banyak orang yang berkompetensi mati-matian untuk meraih urutan pertama, bahkan ada pula yang 'nekat' menghalalkan segala cara untuk mencapai posisi tersebut. Dalam sebuah olimpiade, peserta yang mendapat posisi pertama tentu akan merasa bangga dengan pencapaiannya, begitu pula dalam sebuah hubungan, siapapun tidak ingin menjadi yang kedua, pasti ingin dinomorsatukan oleh pasangannya. Namun hal ini sedikit berbeda jika mengaitkan angka 'pertama' dengan urutan bersaudara dalam keluarga. Jika kamu menjadi anak pertama atau biasa disebut 'sulung', ini bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Dilihat dari sistem sosial dan tradisi yang berlaku selama ini di masyarakat kita, anak pertama memiliki peran dan tanggung jawab yang cenderung besar dibanding dengan saudara-saudara lainnya dalam keluarga. Mengapa demikian? Anak pertama adalah gambaran keberhasilan orang tua dalam mendidik anak,...

7 Spot Foto Instagramable dan Aesthetic di Malaysia, Dijamin Bikin IG Kamu Kebanjiran Likes!

Christ Church, Melaka (Photo Credit: 100resilientcities.org) Aktivitas dan pengaruh media sosial yang begitu besar saat ini sudah menjadi fenomena tersendiri di masyarakat. Sehari saja, tak mengecek medsos itu rasanya hampa, ada yang kurang.  Ibarat pepatah kata, seperti sayur tanpa garam, sepatu tanpa tali, tangan tanpa jam, atau bibir tanpa lipstik. Pokoknya ga bisa engga... ketergantungan... Semua orang asyik dengan kehidupannya di dunia maya, mulai dari bangun tidur, perjalanan sekolah/ kerja, bahkan ketika sedang sibuk-sibuknya di kantor/ kampus pun masih menyempatkan untuk cek media sosial. Ada yang hanya sekedar melihat aktivitas temannya, ada yang sibuk saling berkomentar, ada pula yang selalu memposting apa pun yang mereka lakukan di medsos mereka. Dan... tampaknya saat ini instagram menduduki posisi teratas dalam kategori jumlah pengguna media sosial paling aktif di dunia. Seperti yang kita ketahui, instagram adalah sebuah platform media sosial berbasis photo ...